SEHAT WAL AFIYAT..Aamiin

JIWA RAGA YANG  S E H A T
Dg SABAR SYUKUR & IKHLAS
News Update :
@pelajaranpenjaskes. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular posts

Atletik - Lompat



1.1         LOMPAT
2.2.1  Lompat Jauh
          Lompat jauh merupakan salah satu aktivitas pengembangan akan kemampuan daya gerak yang dilakukan, dari satu tempat ke tempat lainnya.
Dalam lompat jauh terdapat 3 macam gaya yaitu :
1.    Gaya jongkok (tuck),
2.    Gaya menggantung (hang style)
3.    Gaya jalan di udara (walking in the air).
Gaya-gaya lompat jauh mengatur sikap badan sewaktu melayang di udara. Oleh karena itu teknik lompat jauh sering disebut juga gaya lompat jauh.
          Perlu diketahui bahwa yang menyebabkan adanya perbedaan adanya perbedaan dari ketiga gaya tersebut sebenarnya hanya terdapat pada sat badan melayang di udara saja. Jadi mengenai awalan, tumpuan dan cara melakukan pendaratan dari ketiga gaya tersebut pada prinsipnya sama.



Gambar 1.3 Lapangan Lompat Jauh

Ukuran                                    : 45 m
Balok Tumpuan
-          Tebal               : 10 cm
-          Panjang           : 1.72 m
-          Lebar               : 30 cm
Bak Lompatan
-          Panjang           : 9 m
-          Lebar               : 2.75 m
-          Kedalaman      : 1 m


Gambar 1.4  Lompat Jauh Gaya Jongkok

2.2.2        Lompat Tinggi
Lompat tinggi itu sendiri adalah salah satu keterampilan untuk melewati mistar yang berada di kedua tiangnya.Tujuan dari lompat tinggi adalah mendapatkan lompatan yang setinggi mungkin. Pertandingan pertama lompat tinggi pada awal abad-19 di Skotlandia dengan ketinggian 1.68 m
Ada 2 gaya dalam lompat tinggi :
1.      Gaya Guling Perut (Sstraddle )
2.      Gaya Memutar (Flop).
Gaya Stradle adalah gaya dimana ketika badan melewati mistar dengan cepat diputar dan dibalikkan,sehingga sikap badan di atas mistar telungkup.
3.      Gaya Gunting (Scissor/Scot)
4.      Gaya Guling Sisi (Western Roll)

Sarana dan Prasarana
1.      Awalan
a)  Daerah awalan panjangnya tidak terbatas minimum 15 m
b)  Daerah tumpuan harus datar dan tingkat kemiringanya 1 : 100
2.      Tiang Lompat
Tiang lompat harus kuat dan kukuh,dapat terbuat dari apa saja  asal kuat dan kukuh.jarak kedua tiang tersebut adalah 3,98 – 4,02 m.
3.      Bilah Lompat
Terbuat dari kayu,metal atau bahan lain yang sesuai dengan :
 Panjang mistar lompat 3,98 – 4,02 m dan berat maksimal mistar adalah 2,00 kg
b)
  Garis tengah mistar antara 2,50 – 3,00 m, dengan penampang mistar terbentuk   bulat dan permukaannya harus datar dengan ukuran 3cm x 15 cm x 20 cm
c)
      Lebar penopang bilah 4 cm dan panjang 6 cm
4.      Tempat Pendaratan
Tempat pendaratan tidak boleh kurang dari 3 x 5 m yang terbuat dari busa dengan ketinggian 60 cm dan di atasnya ditutupi oleh matras yang tebalnya 10 – 20 cm.
                  
                   Ukuran Lapangan Lompat Tinggi
                   Tiang Mistar
ü  Tinggi       : 2.5 m
ü  Panjang    : 3.15 m


Gambar 1.5 Lapangan Lompat Tinggi

2.2.3        Lompat Galah
            Galah untuk lompat galah :
ü  Terbuat dari fiber dengan kelenturan khusus sesuai dengan berat badan pelompat
ü  jika pelompat 60kg maka galah khusus untuk kelenturan bagi berat 60 kg karena jika dipakai dengan berat 80kg dapat patah
ü   jika digunakan dan jika dipakai pelompat 50 kg maka galah tidak akan melenting untuk membantu lompatan



Gambar 1.6 Lompat Galah

2.2.4        Lompat Indah
Loncat indah adalah olahraga yang pertama kali ditemukan di Eropa dan mulai menjadi olahraga kompetisi di Inggris pada tahun 1905. Loncat indah merupakan perpaduan gerakan akrobatik di udara dan loncatan. Pada dasarnya loncat indah terdiri dari loncatan yang dimulai dari langkah take off atau pantulan take off kemudian masuk ke air. Penggunaan papan loncat adalah kombinasi dari gerakan saat di udara setelah take off dan sebelum masuk ke air.


Gambar 1.7 Lompat Indah
komentar | | Read More...

Atletik - Lari



1.1  LARI
1.1.1                     Lari Jarak Pendek (Sprint) jaraknya 100 m, 200 m, 400 m
Lari Gawang jaraknya 110 m, 400 m
Lari Estafet jaraknya : 4 x 100 m, 4 x 200 m, 4 x 400 m

2.1.2    Lari Jarak Menengah (Middle Distance) jaraknya : 800 m, 1500 m, 3000 m
Lari Lintas Alam (Steple Distance) jaraknya ; 3000 m

2.1.3        Lari Jarak Jauh(Long Distance) jaraknya : 5000 m, 10.000 m
Lari Ladang (Cross Country) jaraknya : 5000 m
Lari Maraton jaraknya : 42.195 km

Gambar 1.1 Lapangan Lari

Ø  Lintasan lari lebar keseluruhannya tidak boleh kurang dari 9,76 meter
Ø   lebar setiap lintasan 1,22 meter

Lari Estafet
-          Lari sambung atau lari estafet adalah salah satu lomba lari pada perlombaan atletik yang dilaksanakan secara bergantian atau beranting.
-          Dalam satu regu lari sambung terdapat empat orang pelari, yaitu pelari pertama, kedua, ketiga, dan keempat.
-          Pada nomor lari sambung ada kekhususan yang tidak akan dijumpai pada nomor pelari lain, yaitu memindahkan tongkat sambil berlari cepat dari pelari sebelumnya ke pelari berikutnya.
-          Panjang Tongkat Estafet : 28 - 29,21 Cm  Berat 50 Gram
-          Diameter tongkat estafet : Untuk Dewasa 3,81 Cm & Untuk Anak-anak 2,54 cm

Lari Gawang
-          Lari dengan melompati gawang/penghalang

Gambar 1.2 Lapangan Lari Gawang
GAWANG UNTUK LARI GAWANG:
100 m gawang putri tinggi 83,7-84,3cm
100 m gawang putra tinggi 106,4-107cm
400 m gawang putri tinggi 75,9-76,5cm
400 m gawang putra tinggi 91,1-91,7cm
lebar gawang 1,20m

Aba-aba dalam berlari : BERSEDIA – SIAP – YAK (MULAI/BUNYI PISTOL)
komentar (3) | | Read More...

Kesehatan



KESEHATAN

            Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.[1] Pemeliharaan kesehatan adalah upaya penaggulangan dan pencegahan gangguan kesehatan yang memerlukan pemeriksaan, pengobatan dan/atau perawatan termasuk kehamilan dan persalinan.[2] Pendidikan kesehatan adalah proses membantu sesorang, dengan bertindak secara sendiri-sendiri ataupun secara kolektif, untuk membuat keputusan berdasarkan pengetahuan mengenai hal-hal yang memengaruhi kesehatan pribadinya dan orang lain.[3] Definisi yang bahkan lebih sederhana diajukan oleh Larry Green dan para koleganya yang menulis bahwa pendidikan kesehatan adalah kombinasi pengalaman belajar yang dirancang untuk mempermudah adaptasi sukarela terhadap perilaku yang kondusif bagi kesehatan.[3] Data terakhir menunjukkan bahwa saat ini lebih dari 80 persen rakyat Indonesia tidak mampu mendapat jaminan kesehatan dari lembaga atau perusahaan di bidang pemeliharaan kesehatan, seperti Akses, Taspen, dan Jamsostek.[4] Golongan masyarakat yang dianggap 'teranaktirikan' dalam hal jaminan kesehatan adalah mereka dari golongan masyarakat kecil dan pedagang.[4] Dalam pelayanan kesehatan, masalah ini menjadi lebih pelik, berhubung dalam manajemen pelayanan kesehatan tidak saja terkait beberapa kelompok manusia, tetapi juga sifat yang khusus dari pelayanan kesehatan itu sendiri.[5]
Kesehatan Menurut Undang-Undang
Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan:[6]
  1. Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.
  2. Upaya kesehatan adalah setiap kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah dan atau masyarakat.
  3. Tenaga kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan atau keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan.
  4. Sarana kesehatan adalah tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya kesehatan.
  5. Kesehatan adalah sesuatu yang sangat berguna

Bila kita sehat kita akan menikmati hidup lebih indah

Kesehatan Tubuh
Tujuan Kesehatan Dalam Segala Aspek
Salah satu tujuan nasional adalah memajukan kesejahteraan bangssa, yang berarti memenuhi kebutuhan dasar manusia, yaitu pangan, sandang, pangan, pendidikan, kesehatan, lapangan kerja dan ketenteraman hidup.[7] Tujuan pembangunan kesehatan adalah tercapainya kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk, jadi tanggung jawab untuk terwujudnya derajat kesehatan yang optimal berada di tangan seluruh masyarakat Indonesia, pemerintah dan swasta bersama-sama.[7]

Tujuan dan Ruang Lingkup Kesehatan Lingkungan
Tujuan dan ruang lingkup kesehatan lingkungan dapat dibagi menjadi dua, secara umum dan secara khusus.[8] Tujuan dan ruang lingkup secara umum, antara lain:[8]
  1. Melakukan koreksi atau perbaikan terhadap segala bahaya dan ancaman pada kesehatan dan kesejahteraan hidup manusia.
  2. Melakukan usaha pencegahan dengan cara mengatur sumber-sumber lingkungan dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan hidup manusia.
  3. Melakukan kerja sama dan menerapkan program terpadu di antara masyarakat dan institusi pemerintah serta lembaga nonpemerintah dalam menghadapi bencana alam atau wabah penyakit menular.
Adapun tujuan dan ruang lingkup secara khusus meliputi usaha-usaha perbaikan atau pengendalian terhadap lingkungan hidup manusia, yang di antaranya berupa:.[8]
  1. Menyediakan air bersih yang cukup dan memenuhi persyaratan kesehatan.
  2. Makanan dan minuman yang diproduksi dalam skala besar dan dikonsumsi secara luas oleh masyarakat.
  3. Pencemaran udara akibat sisa pembakaran BBM, batubara, kebakaran hutan, dan gas beracun yang berbahaya bagi kesehatan dan makhluk hidup lain dan menjadi penyebab terjadinya perubahan ekosistem.
  4. Limbah cair dan padat yang berasal dari rumah tangga, pertanian, peternakan, industri, rumah sakit, dan lain-lain.
  5. Kontrol terhadap arthropoda dan rodent yang menjadi vektor penyakit dan cara memutuskan rantai penularan penyakitnya.
  6. Perumahan dan bangunan yang layak huni dan memenuhi syarat kesehatan.
  7. Kebisingan, radiasi, dan kesehatan kerja.
  8. Survei sanitasi untuk perencanaan, pemantauan, dan evaluasi program kesehatan lingkungan

Tujuan Pembangunan Kesehatan
Untuk jangka panjang pembangunan bidang kesehatan diarahkan untuk tercapainya tujuan utama sebagai berikut:[9]
  1. Peningkatan kemampuan masyarakat untuk menolong dirinya sendiri dalam bidang kesehatan.
  2. Perbaikan mutu lingkungan hidup yang dapat menjamin kesehatan.
  3. Peningkatan status gizi masyarakat.
  4. Pengurangan kesakitan (morbiditas) dan kematian (mortalitas).
  5. Pengembangan keluarga sehat sejahtera, dengan makin diterimanya norma keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera.

Dasar-Dasar Pembangunan Kesehatan
Dasar-dasar pembangunan nasional di bidang kesehatan adalah sebagai berikut:[9]
  1. Semua warga negara berhak memperoleh derajat kesehatan yang optimal agar dapat bekerja dan hidup layak sesuai dengan martabat manusia.
  2. Pemerintah dan masyarakat bertanggung jawab dalam memelihara dan mempertinggi derajat kesehatan rakyat.
  3. Penyelenggaraan upaya kesehatan diatur oleh pemerintah dan dilakukan secara serasi dan seimbang oleh pemerintah dan masyarakat.




komentar | | Read More...

Pengikut

 
Design Template by panjz-online | Support by creating website | Powered by Blogger