SEHAT WAL AFIYAT..Aamiin

JIWA RAGA YANG  S E H A T
Dg SABAR SYUKUR & IKHLAS
News Update :
@pelajaranpenjaskes. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular posts

Seni Bela Diri - Merpati Putih

Lambang PPS Betako Merpati Putih
Merpati Putih (MP) merupakan salah satu perguruan pencak silat bela diri Tangan Kosong (PPS Betako) dan merupakan salah satu aset budaya bangsa, mulai terbentuk aliran jenis beladiri ini pada sekitar tahun 1550-an dan perlu dilestarikan serta dikembangkan selaras dengan perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan serta teknologi dewasa ini. Saat ini MP merupakan salah satu anggota Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) dan Martial Arts Federation For World Peace (MAFWP) serta Persekutuan Pencak Silat Antar Bangsa atau PERSILAT (International Pencak Silat Federation).

Arti Nama dan Motto

Arti dari Merpati Putih itu sendiri adalah suatu singkatan dalam bahasa Jawa, yaitu:
Mersudi Patitising Tindak Pusakane Titising Hening yang dalam bahasa Indonesia berarti "Mencari sampai mendapat Kebenaran dengan Ketenangan" sehingga diharapkan seorang Anggota Merpati Putih akan menyelaraskan hati dan pikiran dalam segala tindakannya. Selain itu PPS Betako Merpati Putih mempunyai motto: "Sumbangsihku tak berharga, namun Keikhlasanku nyata".

Sejarah

Merpati putih (MP) merupakan warisan budaya peninggalan nenek moyang Indonesia yang pada awalnya merupakan ilmu keluarga Keraton yang diwariskan secara turun-temurun yang pada akhirnya atas wasiat Sang Guru ilmu Merpati Putih diperkenankan dan disebarluaskan dengan maksud untuk ditumbuhkembangkan agar berguna bagi negara.
Awalnya aliran ini dimiliki oleh Sampeyan Dalem Inkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pangeran Prabu Mangkurat Ingkang Jumeneng Ing Kartosuro kemudian ke BPH Adiwidjojo (Grat I). Lalu setelah Grat ke tiga, R. Ay. Djojoredjoso ilmu yang diturunkan dipecah menurut spesialisasinya sendiri-sendiri, seni beladiri ini mempunyai dua saudara lainnya. yaitu bergelar Gagak Samudro dan Gagak Seto. Gagak Samudro diwariskan ilmu pengobatan, sedangkan Gagak Seto ilmu sastra. Dan untuk seni beladiri diturunkan kepada Gagak Handoko (Grat IV). Dari Gagak Handoko inilah akhirnya turun temurun ke Mas Saring lalu Mas Poeng dan Mas Budi menjadi PPS Betako Merpati Putih. Hingga kini, kedua saudara seperguruan lainnya tersebut tidak pernah diketahui keberadaan ilmunya dan masih tetap dicari hingga saat ini ditiap daerah di tanah air guna menyatukannya kembali.
Pada awalnya ilmu beladiri Pencak Silat ini hanya khusus diajarkan kepada Komando Pasukan Khusus ditiap kesatuan ABRI dan Polisi serta Pasukan Pengawalan Kepresidenan (Paspampres).
Didirikan pada tanggal 2 April 1963 di Yogyakarta, mempunyai kurang lebih 85 cabang dalam negeri dan 4 cabang luar negeri dengan jumlah kolat (kelompok latihan) sebanyak 415 buah (menurut data tahun 1993[rujukan?]) yang tersebar di seluruh Nusantara dan saat ini mempunyai anggota sebanyak kurang lebih dua setengah juta orang lulusan serta yang masih aktif sekitar 100 ribu orang dan tersebar di seluruh Indonesia.[rujukan?]
Sang Guru Merpati Putih adalah Bapak Saring Hadi Poernomo, sedangkan pendiri Perguruan dan Guru Besar sekaligus pewaris ilmu adalah Purwoto Hadi Purnomo (Mas Poeng) dan Budi Santoso Hadi Purnomo (Mas Budi) sebagai Guru Besar terakhir yaitu generasi ke sebelas (Grat XI).
PPS Betako Merpati Putih berasal dari seni beladiri keraton. Termasuk diantaranya adalah Pangeran Diponegoro.
Berikut Silsilah Turunan aliran PPS Betako Merpati Putih:
  • BPH ADIWIDJOJO: Grat-I
  • PH SINGOSARI: Grat-II
  • R Ay DJOJOREDJOSO: Grat-III
  • GAGAK HANDOKO: Grat-IV
  • RM REKSO WIDJOJO: Grat-V
  • R BONGSO DJOJO: Grat-VI
  • DJO PREMONO: Grat-VII
  • RM WONGSO DJOJO: Grat-VIII
  • KROMO MENGGOLO: Grat-IX
  • SARING HADI POERNOMO: Grat-X
  • POERWOTO HADI POERNOMO dan BUDI SANTOSO HADI POERNOMO: Grat-XI
Pewaris muda: NEHEMIA BUDI SETIAWAN (putra Mas Budi) dan AMOS PRIONO TRI NUGROHO (putra Mas Poeng)
Amanat Sang Guru, seorang Anggota Merpati putih haruslah mengemban amanat Sang Guru yaitu :
  • Memiliki rasa jujur dan welas asih
  • Percaya pada diri sendiri
  • Keserasian dan keselarasan dalam penampilan sehari-hari
  • Menghayati dan mengamalkan sikap itu agar menimbulkan Ketaqwaan kepada Tuhan.
Pada tahun 1995, seorang anggota PPS Betako Merpati Putih cabang Jakarta Selatan, Mas Eddie Pasar mendapat piagam penghargaan Rekor dari Musium Rekor Indonesia (MURI) karena mendemonstasikan menyetir mobil terjauh dari Bogor ke Jakarta dengan mata tertutup.
Hingga tahun 1998 PPS Betako Merpati Putih masih hanya untuk Warga Negara Indonesia saja. Namun karena minat dari luar negeri sangat banyak dan antusias, MP mulai membuka diri untuk menerima anggota dari luar negeri. Adalah Nate Zeleznick dan Mike Zeleznick sebagai orang berkulit putih pertama yang diajarkan pencak silat ini pada tahun 1999 dan menjadi Pelatih Merpati Putih Pertama di Amerika untuk umum. Pada awal bulan Oktober 2000 Mas Pung dan Mas Budi meresmikan American School of Merpati Putih yang pertama berlokasi di Ogden City Mall, Utah. MP adalah satu-satunya Pencak Silat yang diselidiki secara ilmiah mengenai masalah adanya tenaga dalam.
Ketua Umum Merpati Putih periode sekarang adalah Dr. Ing. Fauzi Bowo (gubernur DKI Jakarta) yang merupakan pesilat Merpati Putih tingkat Khusus 2.

Partisipasi di JREF

Pada tanggal 7 Oktober 2000, bertempat di Salt Lake City USA, Merpati putih yang dipimpin oleh Ketuanya, mengikuti sayembara yang diadakan oleh JREF (James Randy Educational Fondation) yang berhadiah 1.000.000 dollar,[rujukan?] merpati putih mendemonstrasikan ilmu yang dinamakan vibravision (getaran). Pada demo pertama menggunakan tutup mata yang dibawa sendiri. Kontestan dari merpati putih yang merupakan murid senior yang telah berpengalaman selama 20 tahun dalam bidang ini, unjuk gigi dengan berhasil mencari warna bendera yang sesuai dengan yang ditunjukkan dengan tingkat akurasi 100 persen, akan tetapi keesokan harinya ketika tes dimulai oleh pihak JREF dengan menggunakan tutup mata yang disediakan oleh panitia, akurasi dari kontestan Merpati Putih turun drastis hingga mendekati 0 persen yaitu hanya 3 yang benar dari 19 percobaaan.
Acara utama sesungguhnya adalah meresmikan cabang MP di Utah, Amerika Serikat. Penandatanganan akte notaris, mencoba bentuk/model organisasi/perguruan pencaksilat yg di manage modern, lengkap dengan paten, perizinan, rancangan kerja yang bisa menghidupi perguruan dan juga para pelatihnya. Juga sekaligus mengunjungi pusat pelayanan tunanetra di San Fransisco.
Bonusnya mencoba tantangan James Randy.[rujukan?] Pelaksanaannya di Weber University, Ogden, Utah. Bertempat di laboratorium fisika (unggulan Weber University pada fakultas fisika). Bentuk bangunan mirip planetarium, tapi pendek. Atapnya setengah bola, dari beton tebal. Kalau di dalam, handphone mati signal.[rujukan?] Betul-betul kedap suara dan kedap gelombang elektronik.[rujukan?] Frekuensi berapapun tidak akan bisa keluar masuk lab.[rujukan?] Letak lab itu agak jauh dari gedung kampus, dekat dengan pangkalan pelatihan F-16, yang dijamin tidak kelihatan di peta.[rujukan?]
Masuk lab melalui pintu dan dinding berlapis. Ditengah ruangan ada kotak yg dijadikan meja, ukurannya sekitar lebar 1 meter, tinggi 90 cm, panjang 4-5 meter. Ujung-ujung meja ditutup logam selebar 60 cm. Meja tersebut bermuatan listrik statis yg cukup kuat. Ada yg seperti berdengung dibawah kotak. Tidak diduga, pesilat yg di test akan duduk disitu. Menjelang pelaksanaan test, kecuali para pesilat dan Nate Zelesnick sebagai saksi, disamping para "sarjana fisika" sebagai petugas yang melakukan pengetesan, semua harus meninggalkan gedung lab. Setelah selesai, mereka keluar, dan dinyatakan gagal. Terjadi keributan kecil karena Nate protes keras. Tissue basah yang dipakai membersihkan seputar mata terasa amat pedas, sangat mengganggu konsentrasi, protes di dalam lab tidak diterima.[rujukan?] Anggota tim, dokter Heru (mahasiswa super spesialis bedah pita suara di fakultas kedokteran Utah university, pelatih MP), masuk untuk melihat sampel tissue.[rujukan?] Ternyata yg dipakai adalah tissue basah antiseptic yang dipakai dokter bedah militer untuk membersihkan sekitar luka sebelum operasi darurat.[rujukan?] Sangat pedas.[rujukan?] Apalagi kelopak mata belum kering langsung ditempel semacam lakban kedap sinar.[rujukan?]
Karena ujicoba adalah jenis paling mudah dibanding kualifikasi pesilat yg diuji (hanya mendeteksi warna-warna potongan kain yg diacak diatas kotak/meja), padahal kualifikasi kemampuan deteksi lebih dari itu, misal mendeteksi urutan setumpuk kartu bridge tanpa salah, mendeteksi narkoba yang disembunyikan, dan sebagainya).[rujukan?] Merpati Putih kecolongan tidak waspada karena ada jebakan pada pasal-pasal yg ditandatangani.[rujukan?]
Kesimpulan, protes ditolak.[rujukan?] Meski esok sorenya, mata para pesilat baru bisa sembuh dari merah gatal.[rujukan?]
Atas bantuan dari seorang informal leader di Utah yang sekaligus sahabat dari (alm) Gus Dur, pesilat Merpati Putih diuji coba sekali lagi di bagian kedokteran mata Universitas Utah. Hasilnya berhasil 100%.[rujukan?]

Beladiri Tangan Kosong (Betako)

Latihan Merpati Putih mementingkan aspek beladiri tanpa senjata/tangan kosong. Bagian-bagian tubuh manusia dapat digunakan sebagai senjata yang tak kalah ampuhnya dengan senjata sesungguhnya. Tetapi walaupun begitu pada anggota Merpati Putih secara ekstra kurikuler (bukan kurikulum latihan) diperkenalkan senjata, sifat dan karakteristik senjata, cara menghadapi dan sebagainya.
Karena bagaimana mungkin bisa mengalahkan lawan bersenjata apabila tidak memahami karakteristik dari senjata seperti bentuk, lintasan, alat penyasar, target sasaran senjata, dan sebagainya. Untuk itulah teknik penggunaan senjata juga dipelajari.
Senjata khas Merpati Putih adalah TEKBI dan KUDI dan akan diajarkan secara wajib pada pesilat secara bertahap pada tingkatan tertentu.
KUDI Merpati Putih berbentuk sangat khas, dan diciptakan oleh Mas Poeng (Guru Besar MP). Memiliki dimensi horizontal dan dimensi vertikal. Sarat dengan nilai-nilai dan falsafah. Mas Poeng (Guru Besar MP) sudah bertransformasi menjadi seorang MPU yang membuat senjata khas.

Tujuan

PPS Betako Merpati Putih adalah salah satu warisan ilmu beladiri karya nenek moyang Indonesia asli, dan bertujuan menempa kepribadian anggota-anggotanya agar berwatak dan berkepribadian luhur, berbudi, kuat, harmonis, dinamis serta patriotis, sesuai filsafat Indonesia, yaitu Pancasila.
Seni beladiri adalah seperti pisau bermata dua, dapat digunakan untuk menolong maupun melukai. Untuk itulah suatu seni beladiri harus memiliki dasar-dasar filosofi yang kuat di dalam pengajarannya, agar tidak salah dan tidak disalahgunakan. Pada akhirnya, apapun yang dicapai oleh praktisi beladiri akan mengarah pada aspek vertikal terhadap Tuhan Sang Maha Pencipta.

Jurus dan Tenaga Dalam

Merpati Putih menggunakan tenaga dalam asli manusia, dengan teknik olah napas. Pada orang biasa, tenaga asli tersebut dapat dilihat dan digunakan hanya pada saat orang bersangkutan dalam kondisi terdesak saja. Misal: melompat pagar saat anjing mengejarnya di jalan yang buntu. Dalam keadaan kembali normal / tidak terdesak, orang tersebut serasa tidak percaya telah melompati pagar yang tinggi tersebut. Maka di dalam Pencak Silat ini, bagaimana menggunakan tenaga ekstra asli manusia tersebut pada saat normal, kapanpun dan dimanapun.
Secara normal sel dalam tubuh manusia menghasilkan zat yang bernama Adenosine Triphospate (A.T.P) yang merupakan cadangan energi dalam tubuh. Maka dengan bantuan teknik olah napas, tenaga tersembunyi manusia itu dapat di latih untuk diperoleh dan dikumpulkan di dalam tubuh. Ada banyak teknik olah napas di dalam Pencak Silat ini diantaranya Pernapasan Pembinaan dan Pernapasan Pengolahan. Juga Ada beberapa Teknik jurus (disebut dengan rangkaian gerak) diantaranya adalah Rangkaian Gerak Praktis (RGP), Rangkaian Gerakan Terikat (RGT) dan Rangkaian Gerakan Bebas (RGB).
Hasil olah gerak dan olah napas ini kemudian dapat diolah menjadi tenaga 'getaran'.
Urutan pemahaman gerakan pada Merpati Putih adalah: Gerak Dasar --> Gerak Pengarahan --> Gerak Naluri (plus getaran).
Selain dari Diri Sendiri (energi badan), pengambilan energi getaran di Pencak Silat Merpati Putih ini dapat pula diambil dari alam seperti dari Bumi (energi tanah juga pohon yang berusia amat tua), atau bahkan energi dari Angkasa (energi bintang, matahari ataupun bulan).
Beberapa tahun belakangan, ilmu tenaga dalam Merpati Putih yang mengandung energi dan getaran ini telah diselidiki lebih jauh secara ilmu pengetahuan dan dikembangkan juga untuk pengobatan serta untuk kepentingan orang tuna netra, agar mereka bisa membaca, membedakan dan mengenali warna serta dapat mempermudah segala aktivitas lainnya sehari-hari.
Pola latihan Merpati Putih sudah diteliti oleh ilmuwan sejak mulainya Operasi Seta I (1972) bersama dengan para Taruna Militer dengan hasil bahwa metode latihan Merpati Putih menghasilkan pola yang hampir sama dengan aerobik plus ditambah munculnya tenaga tambahan. Secara aktif diteliti efeknya pada tubuh manusia oleh para dokter-dokter spesialis di Yayasan Jantung Sehat. Getaran juga diujicobakan pada Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN) untuk mendeteksi radiasi nuklir. Hasilnya, getaran Merpati Putih dapat lebih cepat digunakan untuk mendeteksi radiasi nuklir dibanding alat yang digunakan oleh BATAN. Pada Markas Polisi Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Mapolda MetroJaya) getaran Merpati Putih diujicobakan untuk mendeteksi narkoba yang disembunyikan pada mobil, kantong perorangan, lemari, dan banyak tempat. Hasilnya, pesilat berhasil menunjukkan dengan sempurna lokasi penyimpanan narkoba tersebut. Belum lama ini (2009), bekerja sama dengan Pemerintah Propinsi DKI Jakarta, getaran Merpati Putih digunakan untuk mendeteksi kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) di sepanjang Ciliwung. Tahun 2010 sedang diupayakan kerjasama dengan Palang Merah Internasional untuk masuk di dalam tim bantuan pencarian korban bencana alam.
Hingga kini terus dikembangkan untuk masuk pada aspek-aspek kemanusiaan lainnya.

Tingkatan dan Latihan

Ada dua belas tingkatan di dalam PPS Betako Merpati Putih ini. Tingkatan-tingkatan dalam PPS Betako Merpati Putih dimulai dengan:
  • Tingkat Dasar I, tingkatan pertama masih berstatus calon anggota, walaupun telah berseragam baju atau kaos berwarna putih, celana hitam, kerah baju merah dengan label nama diri di dada namun sabuk masih putih polos.
  • Tingkat Dasar II, tingkatan kedua dan seterusnya telah memakai seragam anggota tanpa nama diri dengan lambang IPSI dan lambang Merpati Putih di dada serta bersabuk merah polos.
  • Tingkat Balik I, sabuk merah (tanpa strip) dengan lambang Merpati Putih di salah satu ujungnya.
  • Tingkat Balik II, sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip merah di salah satu ujungnya.
  • Tingkat Kombinasi I, sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip jingga di salah satu ujungnya.
  • Tingkat Kombinasi II, sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip kuning di salah satu ujungnya.
  • Tingkat Khusus I (Khusus Tangan), sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip hijau di salah satu ujungnya.
  • Tingkat Khusus II (Khusus Kaki), sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip biru di salah satu ujungnya.
  • Tingkat Khusus III (Khusus Badan), sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip nila di salah satu ujungnya.
  • Tingkat Kesegaran, sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip ungu di salah satu ujungnya.
  • Tingkat Inti I, sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip putih di salah satu ujungnya.
  • Tingkat Inti II, sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip merah dan putih di salah satu ujungnya.
Para anggota berlatih paling tidak dua kali dalam seminggu di suatu Kelompok Latihan atau biasa disebut Kolat. Setiap kali latihan memakan waktu sekitar kurang-lebih dua jam. Pada tiap tahun, yaitu tepatnya setiap Tahun Baru 1 Suro atau 1 Muharam, seluruh anggota dari Sabang sampai Merauke diperbolehkan mengikuti dan berkumpul bersama-sama anggota lainnya di Yogyakarta, tepatnya di pantai Parang Kusumo untuk latihan bersama dari semua Tingkatan. Juga diadakan Napak Tilas di daerah Bukit Manoreh. Acara ini sudah merupakan tradisi di dalam perguruan pencak silat ini yang berguna untuk mengetahui dan dapat bertukar pikiran antar anggota satu dengan anggota lainnya.
Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) pada tiap tingkatan dibedakan berdasarkan wilayah. Pada tingkat Dasar I hingga Balik II dilaksanakan di Cabang (Pengcab). Pada UKT Tingkat Kombinasi I menuju Kombinasi II dilaksanakan di Daerah (Pengda). Sedangkan UKT untuk tingkat Kombinasi 2 keatas dilaksanakan di Pusat (Parangkusumo, Yogyakarta) baik anggota dalam negeri maupun luar negeri.

Sikap Hormat Perguruan

"Mengangkat dua jari tangan kiri (telunjuk dan jari tengah) di depan kening. Bersamaan itu pula sambil menarik napas halus disertai tangan kanan mengepal di depan dada agak ke kiri (di depan jantung) tidak menempel, badan tegak, pandangan lurus ke depan, muka tegak, kaki terbuka (selebar sikap sempurna)"
Artinya :
1. Dua jari di depan kening
  • Anggota Merpati Putih selalu mengutamakan pemikiran terlebih dahulu daripada bertindak
  • Dua jari juga merupakan lambang perdamaian (kode etik internasional) sehingga anggota Merpati Putih harus selalu mengutamakan, menjunjung tinggi menghormati, serta mencintai perdamaian
  • Dua jari juga mengingatkan kita bahwa di dunia ini ada dua hal yang selalu ada baik-buruk, siang-malam, ayah-ibu, pria-wanita, untung-rugi, ada penciptaan-ada ciptaan.
2. Tangan mengepal
  • Melambangkan keteguhan hati (waktu menghirup napas) menyatukan dengan alam, dengan kehendak-Nya, berpasrah diri, menyadari sedalam-dalamnyabahwa kita hamba Tuhan.
3. Bentuk kaki (sikap sempurnya)
  • Melambangkan sikap mandiri, kokoh, tegak, tegap, tegas dengan sikap memandang lurus ke depan.

Arti Baju Seragam Merpati Putih

1. Baju, terdapat lubang 3 pasang di dekat leher. Warna putih dengan leher warna merah berbentuk segi lima dengan garis - garis jahitan berjumlah 5 buah pada bagian setiap ujung lengan.
Artinya :
  • Warna putih menunjukkan kesucian, ketulusan hati, kepasrahan, keterbukaan hati serta menjunjung tinggi arti perdamaian.
  • Leher berbentuk segi lima menggambarkan Pancasila, terdapat juga jumlah jahitan pada leher tersebut. Ini berarti anggota Merpati Putih menjunjung tinggi dasar negara Indonesia yaitu Pancasila.
  • Lubang tali kancing mengingatkan kita agar selalu ingat bahwa di dalam hidup ini terdapat :
TUHAN YME (sang pencipta), ALAM (sumber hidup), DUNIA (kehidupan). Selain itu juga menggambarkan jumlah janji anggota Merpati Putih yang sering disebut TRI PRASETYA.
2. Celana, berwarna hitam menggambarkan ciri khas Pencak Silat indonesia dan merupakan pakaian khas masyarakat (petani). Warna hitam juga melambangkan keteguhan hati.
3. Sabuk, berwarna merah dengan jumlah jahitan 5 jalur menggambarkan Pancasila. Dalam menggunakan seragam yang telah dilengkapi dengan menggunakan sabuk merah berarti telah siap sebagai anggota Merpati Putih yang mengerti makna baik dan buruk serta bertanggung jawab dalam melaksanakan dan mengamalkan ajaran perguruan yaitu MERSUDI PATITISING TINDAK PUSAKANE TITISING HENING. Anggota yang sudah bersabuk merah sebenarnya memiliki beban tanggung jawab yang besar. Anggota yang sudah diakui penuh, disumpah melalui janji Anggota. Disitulah perguruan mulai menanamkan sesuatu yang harus dilaksanakan anggota yaitu :
1. Kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Kepada negara dan bangsa sebagai perwujudan alam seisinya.
3. Kepada perguruan sebagai wadah penggaliannya.
Anggota yang masih bersabuk putih merupakan ujian semakin dijiwainya gerak dalam berlatih pencak silat dan olah napas. Maka akan muncul semangat dari anggota bersabuk putih untuk mendapat pengakuan dari Keluarga Besar Perguruan Pencak Silat Merpati Putih.
Arti Lambang PPS Betako Merpati Putih
1. Bentuk segi lima, PPS Betako Merpati Putih berasaskan Pancasila dan UUD 1945.
2. Garis segi lima berwarna merah, melammbangkan persatuan dan kesatuan seluruh Keluarga Besar PPS Betako Merpati Putih dalam mengembangkan dan melestarikan budaya bangsa.
3. Warna dasar biru, melambangkan sikap dan watak perdamaian sebagai pesilat, baik di tingkat lokal, regional, nasional, maupun internasional.
4. Tulisan Betako dan Merpati Putih Bermotif Aksara Jawa, melambangkan sumber ilmu Merpati Putih berasal dari tanah Jawa yang merupakan budaya asli bangsa indonesia.
5. Gambar tangan berwarna hitam (telapak tangan), melambangkan keteguhan hati bagi setiap anggota Merpati Putih.
6. Warna kuning melingkari tangan, melambangkan kejayaan dari ilmu Merpati Putih.
7. Burung merpati dengan kepala tunduk, melambangkan sikap dan watak anggota Merpati Putih, semakin memiliki ilmu semakin mencapai ketenangan lahir dan batin, seperti falsafah padi (semakin berisi semakin merunduk).
8. Pita berwarna merah bertuliskan Merpati Putih berwarna putih, melambangkan warna bendera Pusaka Merah Putih yang melambangkan keberanian dan kesucian.

Guru dan Pewaris

Sang Guru :
Saring Hadi Poernomo (Ayah Mas Poeng dan Mas Budi)
Guru Besar :
Poerwoto Hadi Poernomo (Mas Poeng)
Budi Santoso Hadi Poernomo (Mas Budi)
Dewan Guru :
Yadi Mintorogo (Mas Yadi)
Soenarjo (Mas Nardjo)
Mulyanto Tambak (Mas Mul)
M. Poerwono (Mas Poer)
Pewaris Muda :
Amos Priono Tri Nugroho (putra dari Mas Poeng)
Nehemia Budi Setyawan (putra dari Mas Budi)

Perkembangan Merpati Putih

Perkembangan Merpati Putih dari sejak berdiri tanggal 2 April 1963 sampai saat ini dapat dicatat sebagai berikut:[rujukan?]
  • Tahun 1968 mendapat kehormatan melatih anggota seksi I Korem 072 dan Anggota Bataliyon 403/ Diponegoro di Yogyakarta
  • Tahun 1973 bekerja sama dengan AKABRI udara dan beberapa tenaga ahli dari fakultas kedokteran Universitas Gajah Mada dipimpin oleh Prof .Dr .Achmad Muhammad, mengadakan penelitian dari segi-segi yang menyangkut metode latihan Betako Merpati Putih. Hasil penelitian ini mendorong pengembangan yang lebih luas wawasan Merpati Putih.
  • Tahun 1976 mendapat kehormatan melatih para Anggota Pasukan Pengawal Presiden ( PASWAPRES ).
  • Tahun 1977 Terbentuk Cabang Jakarta dan sekaligus mendapat peluang melatih para anggota Koppasandha di Cijantung.
  • 5 oktober 1978 peragaan hasil latihan oleh Anggota Koppasandha tersebut pada perayaan HUT ABRI.
  • Tahun 1983 kerja sama dengan pusat jasmani Militer Komando Pengembangan Pendidikan dan latihan TNI AD
  • Tahun 1984 kerja sama dengan Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta mengadakan penelitian tentang Manfaat latihan Merpati Putih.
  • Tahun 1987 kerja sama dengan yayasan jantung sehat dan Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta, dipimpin oleh Dr.Dede Kuswara.
  • Tahun 1987 Tour bersama IPSI ke Eropa dalam misi Budaya Bangsa
  • Tahun 1989 Partisipasi dalam pembukaan SEA GAMES di Jakarta
  • Tahun 1990 bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
  • Tahun 1991 pelatihan Tuna Netra
  • Tahun 1992 Membawa dan memperkenalkan Tuna Netra hasil latihan ke Eropa .
  • Tahun 1992 Partisipasi latihan untuk Tim PSSI Yunior (Kejuaraan Yunior Asia 1992 ) dan Tim PSSI PRA PIALA DUNIA 1992
  • Tahun 1994 Tour persahabatan ke Belanda
  • Tahun 1994 bersama KADIN peragaan di Brunei Darussalam
  • Tahun 1994 Melatih Tuna Netra Kerajaan Oman
  • Tahun 1995 kerja sama dengan yayasan Kartika Destarata (Yayasan Tunanetra Persit Kartika Chandra Kirana TNI AD ) melatih Tuna Netra se-Indonesia
  • Tahun 2009 bekerja sama dengan PEMPROV DKI Jakarta dalam upaya penyelamatan Sungai Ciliwung dari kerusakan
  • Tahun 2010 Pemantapan dan Penyeragaman Pelatih Se Jabotabek dan sekitarnya.
  • Tahun 2010 Program Pelatihan Ekskul SD, SMP, SMA
  • Tahun 2010 sedang diupayakan kerjasama dengan Palang Merah Internasional untuk tergabung dalam tim pencari korban bencana alam. Getaran akan digunakan untuk deteksi lokasi korban bencana alam (banjir, kebakaran, tanah longsor, dsb)
  • Tahun 2011 melakukan pagelaran teater silat berbasis gerakan dan keilmuan Merpati Putih (tata gerak, power, dan getaran tutup mata) di Gedung Kesenian Jakarta dengan tema "PENDEKAR KELANA".
Selanjutnya dari Tahun ke Tahun PPS Betako Merpati Putih berkembang ke seluruh pelosok Tanah Air bahkan Manca Negara. Sampai saat ini telah terbentuk 10 PENGDA dan 85 Cabang di seluruh Indonesia dan 4 Cabang di luar negeri.[rujukan?]
Merpati Putih adalah salah satu perguruan silat yang mendapatkan akses pada militer khusus dengan dilatihnya para special force Indonesia seperti Kopassus (TNI-AD), Marinir, Kopaska (TNI-AL), Paskhas (TNI-AU), Brimob (Kepolisian). Pelatihan ini menunjukkan tidak adanya unsur klenik atau magis di dalamnya. Merpati Putih juga aktif berpartisipasi di dalam event-event nasional dan internasional seperti World Martial Arts Festival dan International Martial Arts.
Para Dewan Guru, Guru Besar, Pewaris, dan Senior senantiasa mengembangkan secara aplikatif beragam aspek dari getaran. Beberapa hasil aplikatif dari getaran (vibravision) yang berhasil dikembangkan oleh Merpati Putih:[rujukan?]
  • Program Normalisasi Diabetes
  • Program Pelatihan Tuna Netra (atau siapa saja yang kehilangan daya lihat karena kecelakaan atau disebabkan oleh penyakit seperti Glukoma, Retinitis Pigmentosa dan lain-lain)
  • Program Pelatihan Tuna Netra yang buta total akibat kerusakan pada mata yang akut
  • Program Kecantikan Kulit
  • Program 'Lepas Kacamata' bagi mata yang minus, plus, atau silinder
  • Program Penghancuran Batu Ginjal (masih tahap riset)
  • Regenerasi sel-sel tubuh (program kebugaran untuk manula dan yang menderita penyakit)
  • Deteksi radiasi nuklir (bekerja sama dengan BATAN). Hasilnya, getaran Merpati Putih lebih cepat mendeteksi keberadaan radiasi dibanding alat dari BATAN
  • Deteksi narkoba di Mapolda Metro Jaya (Jakarta, bekerja sama dengan Brimob DKI Jakarta). Hasilnya, getaran Merpati Putih dapat menunjukkan lokasi penyimpanan narkoba meski disembunyikan pada mobil, kantong, jaket, lemari, sepatu, dan yang lainnya.

Pesilat Nasional dan Dunia

Merpati Putih ikut memberikan sumbangsih terhadap bangsa dan negara dengan beberapa anggota yang menjadi pesilat nasional dan dunia seperti:
  • Joko Suprihatno (Juara Dunia)[rujukan?]
  • Haris Nugroho (Juara Dunia)[rujukan?]
  • Dian Kristanto (Juara Dunia, Kejuaraan Dunia Pencak Silat 2010 di Padepokan Taman Mini Indonesia Indah)[rujukan
komentar | | Read More...

Seni Bela Diri - Lethwei


Lethwei
Lethwei2005.jpg
Burmese boxing
Nama lain Lethwae, Burmese boxing, Burmese kickboxing
Fokus Serangan
Tingkat kekerasan Full Contact / Kontak Penuh
Negara asal Bendera Myanmar Myanmar
Praktisi ternama Nilar Win
Olahraga Olimpiade Tidak

Lethwei (Dalam bahasa Myanmar: လက်ဝှေ့, diucapkan [leʔ w̥ḛ]) merupakan seni bela diri yang berkembang di daerah Myanmar. Lethwei mirip dengan gaya seni bela diri lain dari Indocina, seperti pradal serey yang berasal dari daerah Kamboja, Tomoi yang berasal dari daerah Malaysia, Muay Thai yang berasal dari daerah Thailand, dan Muay Lao yang berasal dari daerah Laos.

Sejarah

Pada masa kerajaan, pertandingan digelar untuk hiburan dan terkenal pada setiap tingkatan masyarakat. Pertandingan terbuka untuk semua laki-laki di daerah tersebut. Pada masa itu, pertandingan digelar di bak / kotak pasir, bukan dalam ring / arena pertarungan. Petarung tidak menggunakan alat pelindung apapun, tetapi hanya mengikat tangannya dengan tali. Pada masa itu, sistem poin dan istilah seri belum dikenal oleh masyarakat setempat. Pertarungan hanya akan berakhir bila salah satu petarung kalah / tidak dapat melanjutkan.

Jurus dalam Bertarung

Berikut ini adalah jurus-jurus dalam Lethwei:

Aturan dan Regulasi

Pertandingan pada masa kini dibagi ke dalam dua cabang, yaitu : Cabang tradisional, dan cabang yang lebih modern yang disebut "Tinju Tradisional Myanma" yang didirikan pada tahun 1996. Yang terakhir ini didasarkan pada pandangan Muay Thai dan menggunakan sistem poin. Jika KO terjadi, petinju memiliki pilihan untuk melanjutkan pertarungan. Dalam perkelahian tradisional, pemenangnya adalah yang pertama yang dapat membuat pendarahan pada lawannya tiga kali sebelum kemenangan dideklarasikan.
komentar | | Read More...

Seni Bela Diri - Kung fu




Kung fu atau gongfu (功夫, Pinyin: gōngfu) adalah ilmu bela diri yang berasal dari Tiongkok. Akan tetapi, arti kata Kung fu sebenarnya memiliki makna yang jauh lebih luas, yakni sesuatu yang diperoleh dalam jangka waktu yang lama dan dengan ketekunan yang tinggi. Dengan demikian, seorang ahli masak yang hebat pun dapat dikatakan memiliki Kung fu yang tinggi.
Selain kata Kung fu, istilah Wushu dan Kundao atau Kuntao juga sering dipakai untuk menyebut ilmu bela diri dari Tiongkok tersebut. Ilmu Kung fu yang sudah menyebar ke Asia Tenggara (terutama Indonesia) pada masa lalu disebut Kuntao, demikian menurut Donn Draeger dalam bukunya yang berjudul Weapons and Fighting Arts of Indonesia. Akan tetapi istilah Kuntao tersebut sudah sangat jarang dipergunakan pada masa sekarang ini.

Perkembangan

Pada awal mulanya, istilah Ilmu atau kemampuan Bela Diri dalam masyarakat Tiongkok adalah Ilmu Silat atau Wushu, dan bukan "Kungfu". Istilah Kungfu pada masa lalu tidaklah sepopuler seperti saat ini. Kungfu sendiri lebih menunjuk kepada suatu keahlian dan keuletan yang khusus dan teruji unggul, misalnya keahlian memasak, keahlian bercocok tanam, dan lain-lain. Istilah Kungfu menjadi populer setelah seorang legenda ilmu bela diri, yakni Bruce Lee mempopulerkan istilah Kungfu di belahan dunia Barat. Tersentak dengan kemampuan, kecepatan dan kekuatan Sang Legenda, istilah Kungfu menjadi sangat populer dan identik dengan Ilmu Bela Diri Tiongkok (China) hingga kini.
Ilmu bela diri Kungfu pada mulanya berkembang dari kebutuhan dan kemampuan manusia untuk bertahan hidup, baik untuk membela diri dari berbagai jenis serangan binatang buas, berburu untuk mendapatkan makanan, maupun untuk berperang melawan kelompok manusia lain yang dianggap menjadi ancaman terhadap keamanan hidup mereka. Dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan tentang obat-obatan dan tubuh manusia di Tiongkok kuno - serta perang saudara yang berkepanjangan, Seni Bela Diri Kungfu pun berkembang pesat dan menyebar luas, sehingga membawa banyak kontribusi dan memengaruhi cikal bakal berbagai jenis ilmu bela diri di Asia, seperti Karate, Jujitsu, Taekwondo, Judo, Hapkido, Pencak Silat dan lain sebagainya.
Kungfu mempunyai sejarah dan merupakan tradisi ilmu bela diri yang sangat panjang, ketat, teruji dan efektif sejak 5.000 tahun yang lalu, bersamaan dengan munculnya aliran kepercayaan Dao (Taoisme) yang kemudian berkembang menjadi agama yang memiliki kekhususan sendiri. Pada tahun 2.500-an mulai bermunculan berbagai aliran Kungfu yang melegenda hingga kini, dimulai dari Kuil atau Vihara Shaolin (Siaw Liem Sie), Wudang (Butong), Omei (Emei-Gobi), Kun Lun, Hua San, Thian San, Khongtong dan lain-lain. Secara umum, terdapat 100 lebih aliran Kungfu dan ribuan jurus serta berbagai jenis ilmu yang unik dan aneh, mulai dari yang paling keras dan ganas (external arts) hingga ilmu yang paling lembut dan ringan seperti kapas (internal arts). Berbagai aliran dan ilmu yang masih eksis hingga kini adalah Hung Gar, Lohan, Ngo Cho, Pek Ho, Eng Jiaw, Qin Na, Wing Chun, Tai Chi Quan, Hsing I, Ba Gua, Yi Quan, Fan Zi Quan, Chang Quan dan lain-lain.
Para Pendekar Kungfu masa lalu yang terkenal memberikan kontribusinya dalam Dunia Kungfu Tiongkok antara lain:
1) Bodhidharma (Da Mo/Tat Mo atau Daruma dalam bahasa Jepang). Beliau adalah pendeta spiritual Zen Budha dari India yang bertapa sembilan tahun di Kuil Shaolin dan pencipta berbagai jenis ilmu legendaris seperti: Ilmu Perubahan Urat dan Otot (Yi Jin Jing/I Chin Ching), Sembilan Matahari (Kiu Yang Cin Keng), Otot Kawat Tulang Besi (Tiet Sin Kun), Baju Besi Emas (Genta Emas), Lima Jurus Hewan, Jari Zen, dan lain-lain. Namun sayangnya, beberapa di antara ilmu tersebut sudah lenyap. Konon pada saat menyeberang lautan hingga ke Tiongkok, beliau hanya berdiri di atas sebatang dahan kecil, dan di tembok gua tempat pertapaan Bodhidharma di Kuil Shaolin hingga kini terdapat bayangan lekuk tubuhnya yang terbentuk pada saat ia bermeditasi dan bersandar di tembok gua tersebut. Selama sembilan tahun bermeditasi di gua tersebut, Bodhidharma mampu mendengar pembicaraan berbagai jenis mahluk hidup, misalnya semut yang berada di sana.
2) Thio Sam Hong (Thio Kun Po/Zhang Jun Bao/Zhang San Feng/Chang San Feng). Di masa mudanya, Thio Sam Hong adalah murid yang sangat berbakat di Kuil Shaolin. Karena diperlakukan semena-mena oleh para seniornya, beliau keluar dari Kuil Shaolin dan belajar mengembangkan Kungfu sendiri dengan memperhatikan berbagai fenomena alam seperti terpaan angin keras terhadap pohon bambu, pertarungan bangau dan ular, kokohnya pertahanan belalang sembah dari terpaan angin, dan lain-lain. Setelah mengerti dan memahami Intisari Alam Semesta, Thio Sam Hong muda menyepi di gunung Hua San untuk menyempurnakan ilmu-ilmunya. Pada saat beliau turun gunung, beliau menjelajahi seluruh Tiongkok dan mengadu ilmunya dengan para ahli bela diri dan para pendekar dari berbagai aliran. Berdasarkan literatur kuno, tercatat dua pertarungan yang sangat terkenal. Pertarungan yang pertama adalah pertarungan antara Thio Sam Hong dengan pegulat nomor satu Mongol yang sangat besar, kuat dan agresif. Belakangan diketahui bahwa pegulat tersebut juga sangat ahli dalam berbagai aliran Kungfu Tiongkok. Pegulat Mongol tersebut konon mengalahkan banyak petarung Kuil Shaolin dan sejumlah pendekar aliran keras lainnya. Pertarungan antara Thio Sam Hong dengan Pegulat Mongol tersebut dimenangkan oleh Thio Sam Hong dengan ilmu barunya, yaitu Tai Chi QuanTaijiquan. Pertarungan kedua adalah pertaruangan Thio Sam Hong yang seorang diri mengalahkan lebih dari 100 orang gangster di sarang penyamun hanya dengan tangan kosong. Semenjak itu, Thio Sam Hong diakui oleh seluruh kalangan persilatan sebagai Pendekar Tanpa Tanding saat itu. Setelah merasa cukup dalam perantauanya, Thio Sam Hong naik ke gunung Wudang (Butong) dan mendirikan Perguruan Wudang dengan basis utama pengajarannya, yaitu Taoisme. Thio Sam Hong sendiri diyakini merupakan Pencipta Ilmu Tai Chi, dan sangat ahli dalam Ilmu Tao Yin (Nei Kung). Konon Thio Sam Hong hidup dalam 3 (tiga) zaman dinasti, yakni Dinasti Song, Dinasti Yuan (Monggol, dan Dinasti Ming (Han), dan Thio Sam Hong dikenal sebagai immortal Taoist.
3) Yue Fei (Jenderal Yue Fei, Tangyin-Provinsi Henan, 1103-1142). Beliau adalah Jenderal Patriot yang terkenal dari Kekaisaran Dinasti Song (960-1279) yang bertempur melawan invasi suku bangsa Jin (Jurchen/Juchen) dan hingga akhir hayatnya tetap setia membela negara walaupun difitnah dan dihukum mati oleh penguasa lalim. Jenderal Yue Fei dipercaya sebagai Pencipta Kungfu internal dan eksternal, yakni: Hsing - I (Xingyiquan) dan Penyempurna Eng Jiaw (Cakar Elang). Pada masa mudanya, Jenderal Yue Fei belajar dari Bhiksu Shaolin yang bernama Jow Tong/Lai Chin. Selain ahli dalam pertarungan tangan kosong, Jenderal Yue Fei juga ahli dalam 18 senjata Shaolin khususnya ilmu Tombak Tunggal. Konon ilmu tombaknya setara dengan ilmu tombak Keluarga Marga Yang (Ilmu tombak Keluarga Yang merupakan ilmu silat keluarga turun temurun yang sangat khas dan tinggi serta hanya sedikit Ahli/Pendekar yang mampu menandingi ilmu mereka pada zamannya. Berdasarkan catatan kuno, diketahui bahwa ilmu tombak tingkat tinggi Keluarga Yang mempunyai sejumlah keistimewaan unik, yakni : Ilmu Tombak Naga Melekat/Naga Berpilin dan Ilmu Tombak (Toya) Naga Perkasa yang mampu melumpuhkan/membunuh lawan tanpa menyentuh fisik. Catatan : Keluarga Yang juga merupakan Patriot Sejati terakhir yang tetap setia hingga akhir kejatuhan Kekaisaran Dinasti Sung oleh Monggol). Kungfu Hsing I sendiri sempat lenyap dari dunia persilatan pasca meninggalnya Jenderal Yue Fei hingga sampai ditemukan kembali Kitab Kungfu Hsing I yakni Kitab 10 Prinsip Hsing-I peninggalan Jenderal Yue Fei menjelang akhir Dinasti Ming oleh Ji Long Feng (Ji Jike). Kemudian Ji Long Feng menurunkan Kungfu Hsing I ke Keluarga Ma, Cao Ji Wu dan lain-lain hingga akhirnya muncul Kuo Yun Shen dan Sun Lutang sebagai ahli-ahli Kungfu Hsing I yang luar biasa.
4) Qi Jiguang (1528-1588). Beliau adalah salah satu Jenderal Patriot yang terkenal lainnya dari Dinasti Ming (1368-1644). Pada umur 22 tahun, Qi Jiguang bertempur dan mengusir tentara Monggol yang dipimpin Altan Khan yang berupaya menjajah Tiongkok kembali (1548-1552). Beliau bersama Yu Dayao dan Tan Lun terkenal sebagai Patriot yang membasmi habis perompak dan bajak laut Jepang (rata2 para perompak tersebut merupakan ex-Samurai yang kalah perang dan bekerjasama dengan perompak Tiongkok atau penguasa setempat yang lalim)yang kerap kali merampok di daratan Tiongkok khususnya wilayah Fujian dan Zhejiang. Paska pembasmian tersebut, tidak ada perompak atau bajak laut Jepang yang berani kembali lagi karena kemampuan bertempur dari tentara Jenderal Qi Jiquang yang luar biasa. Beliau mencatat dan mewariskan seluruh ilmu Kungfunya dalam Kitab "Ji Shou Ching Hua" yang saat ini menjadi salah satu pusaka yang melengkapi pustaka Kungfu Tiongkok.
5) 5 Leluhur Shaolin. Pasca pembakaran Kuil Shaolin dalam pertempuran kedua antara para Pendeta Kuil Shaolin dengan 50.000 Tentara Qing bersenjata lengkap dan modern yang dibantu para Lhama Tibet dan Praktisi Pak Mei (White Eyebrow).
Kelima leluhur Shaolin tersebut adalah :
1) Choi Tak-Chung (蔡德忠)
2) Fong Tai-Hung (方大洪)
3) Ma Chiu-Hing (馬超興)
4) Wu Tak-Tai (胡德帝)
5)Lee Sik-Hoi (李式開)
Berdasarkan literatur lama, disebutkan bahwa Kuil Shaolin hancur total dan terbakar selama 40 hari 40 malam dalam serangan tersebut. Seluruh catatan kuno ribuan tahun termasuk sejumlah ilmu Kungfu legendaris dan senjata pusaka hilang atau habis terbakar. Dari ribuan Biksu dan non Biksu Shaolin, hanya 5 orang yang lolos dari serangan tersebut dan kemudian mereka menyebar keseluruh Tiongkok sembari menyebarkan Shaolin Kungfu serta perlawanan anti Dinasti Qing. Kehancuran Kuil Shaolin diakibatkan oleh adanya pengkhianatan oknum Shaolin yang ternyata adalah antek-antek Dinasti Qing yang menyusup dan menabur racun diberbagai titik sumber air dan makanan para Bhiksu. Pada saat serangan kedua tersebut, kondisi fisik yang keracunan telah menyebabkan hilangnya kemampuan bertarung para Bhiksu dan Non Bhiksu Shaolin. Dalam pertarungan pertama, para Petarung Kuil Shaolin berhasil mengusir puluhan ribuan tentara Dinasti Qing yang bersenjata lengkap. Kegagalan dalam serangan pertama tersebut, membuat Kaisar Qing di puncak kemarahan. Sang Kaisar mengumpulkan tentara-tentara terbaik dari setiap legiun dan merekrut seluruh ahli bela diri Kungfu (termasuk para Lhama Tibet dan Praktisi Pak Mei) yang loyal kepada Dinasti Qing untuk bersama-sama menyerbu Kuil Shaolin serta menpersiapkan strategi penyusupan/perusakan dari dalam Kuil Shaolin. Dikemudian hari, 5 Leluhur Shaolin ini identik pula dengan 5 Tokoh Utama yang terkenal, yakni :
a) Hung Hei-Koon 洪熙官 Hóng Xīguān/Hung Hei Gun.
Beliau adalah Pencipta Kungfu Hung Gar. Hung Hei Koon adalah murid utama dari Bhiksu Gee Sin Sim See. Beliau terkenal sebagai Ahli Gung Gee Fok Fu Kuen (Siu Lum Fook Fu Kuen)dan Cakar Harimau Sejati. Jurus cakar harimaunya terkenal sangat ganas dan bertenaga. Kebanyakan korban keganasan jurus Cakar Harimau Hung Hei Koon adalah para tentara Qing dan antek-antek Manchu.
b) Lau Sam-Ngan 劉三眼 Liú Sānyǎn/Lau Sam Ngan.
Beliau adalah Pencipta Kungfu Lau Gar dan dikenal dengan julukan "Lau si Mata 3". Kemampuan Kungfu Lau Sam Ngan sangat tinggi sekali. Beliau dikenal mampu bertarung menghadapi keroyokan tentara Qing dan para praktisi Kungfu lainnya tanpa harus menoleh seolah2 terdapat "mata lain" dibelakang kepalanya.
c) Choi Kau-Yee 蔡九儀 Cài Jiǔyí/Choy Gau Yi.
Beliau adalah Pencipta Kungfu Choi Gar
d) Lee Yau-San 李友山 Lǐ Yǒushān/Li Yau San.
Beliau adalah Guru dari Chan Heung, Pencipta Kungfu Lei Gar (Choi Lei Fut)
e) Mok Ching-Kiu 莫清矯 Mò Qīngjiǎo/Mok Ching Giu,
Beliau adalah Pencipta Kungfu Mok Gar
6) Wong Fei Hung (Huang Fei Hong, Fushan, 1847-1924). Beliau hidup pada zaman Dinasti Qing (1644-1912) dan tercatat sebagai Patriot Nasionalis, Ahli Kungfu, Pendiri rumah obat Pho Chi Lam dan sekaligus Shinshe Akunpuntur yang sangat terkenal dengan berbagai jenis ilmu Kungfu seperti : Ilmu Pasangan Harimau dan Bangau, Tendangan Tanpa Bayangan, Tinju Besi, Toan Ta, Toya 8 Diagram dan lain-lain. Murid-murid Beliau yang sangat terkenal antara lain : Lam Sai Wing, Leung Fong, Tang Fung dan Lin Wan Gai. Wong Fei Hung merupakan anak dari Wong Kei Ying, salah satu Pesilat terkenal dari "10 Harimau Kanton". Pada umur 16 tahun, Wong Fei Hung mendirikan Perguruan Silat di berbagai wilayah, yakni : Shuijiao, Diqipu, Xiquan dan Guangdong. Selain itu, Beliau juga mendirikan Rumah Obat Pho Chi Lam dan menjadi Instruktur Pelatih Mliter Termuda pada Resimen V Tentara Kanton. Pada masa hidupnya, Wong Fei Hung terkenal dengan berbagai pertarungan baik dengan para pesilat lokal maupun petarung asing demi mempertahankan "China's Pride" yang pada saat itu jatuh hingga ke titik terendah. 2 (Dua) pertarungan yang sangat terkenal adalah pada saat Wong menjatuhkan lebih dari 50 orang pesilat gangster/bajak laut di pelabuhan hanya dengan sebatang toya dan pertarungan kedua adalah pada saat Beliau bersama dengan Liu Yong Fu berperang langsung dengan tentara Jepang di Taiwan. Beliau sendiri merupakan murid langsung dari Pengemis Sakti So (Beggar So), Lam Fuk Sing, Lin Fu Cheng dan ayahnya sendiri yang notabene adalah anak dari Wong Tai, murid langsung Luk Ah Choi, Ahli Kungfu Hung Gar dan sekaligus murid langsung dari Biksu Shaolin terkenal : Gee Sin Sim See, Li Bak Fu & Hung Hei Koon.
7) Hua Yan Jia (Fok Yuen Gap/Ho Goan Ka, Tianjin, 1868-1910). Beliau adalah Pendiri Chin Woo Athletic Association (Jing Wu Men) yang hingga kini telah tersebar lebih dari 50 cabang di USA, Kanada, Argentina, Peru, Makau, Hongkong, China, Jepang, Wales, Selandia Baru, Srilanka, Vietnam, Australia, Singapura, Thailand, Malaysia dan lain-lain. Beliau merupakan Pendekar Kungfu yang terkenal sangat nasionalis dan juga lahir dari Keluarga Pesilat aliran Huo. Pada awalnya, Hua Yan Jia tidak diperbolehkan belajar Ilmu Silat karena kondisi tubuhnya yang lemah dan sering sakit. Namun karena kemauan yang keras dan bakat yang tinggi, secara diam2 Hua Yan Jia muda selalu mengintip kakak2nya dan para murid Ayahnya (Huo Endi) pada saat latihan. Konon ilmunya semakin sempurna setelah berjumpa dengan salah satu Patriot Kungfu yang terkenal : Wang Wu, Si Golok Besar yang memoles kemampuan Hua Yan Jia muda. Kemampuan bertarung Hua Yan Jia teruji pertama kali pada saat Beliau mengalahkan Ahli Kungfu Selatan bernama "Du" yang sebelumnya justru mengalahkan Keluarga Huo pada saat pertarungan tahunan antar Keluarga Pesilat. Pada masa hidupnya, baik Beliau maupun muridnya Liu Zhensheng terkenal sebagai Pendekar Kungfu yang banyak mengalahkan berbagai praktisi aliran beladiri dari berbagai negara seperti Pegulat, Petinju, Ju Jit Su/Pejudo dan Karateka dari Rusia, Inggris dan Jepang. Pertarungan pertama Huo Yan Jia dengan Petarung Barat terjadi pada tahun 1901 dalam pertarungan terbuka di Taman Xiyuan, Tianjin. Huo Yan Jia mengalahkan Pegulat Terkuat Rusia (Pertarungan tersebut merupakan "Show of Force" Kekaisaran Rusia untuk melemahkan mental rakyat China) secara telak dengan cara mengangkat dan melemparnya keluar dari panggung pertarungan. Pertarungan kedua terjadi pada tahun 1909 dengan Juara Tinju Inggris berpostur tinggi besar, O'Brien. Huo Yan Jia kembali mengalahkan lawannya dengan jurus ciptaannya, yakni Kungfu Mi Zhong. Dalam perkembangan selanjutnya, Huo Yan Jia lebih banyak menerima tantangan dari Petarung Jepang dan tidak ada yang dapat mengalahkan Beliau pada saat itu. Sayangnya, Huo Yan Jia meninggal terlalu cepat, yakni pada umur 42 (tahun 1910) dan berdasarkan hasil otopsi Tianjin Municipality Police Laboratory, ditemukan racun arsenik dalam tubuh Huo. Para petinggi Chin Woo dan Dokter pemeriksa menduga bahwa racun tersebut terkait dengan hasil pertarungan terakhir dengan Japanesse Judo Association ("JJA") yang berakibat banyaknya anggota JJA yang menderita kekalahan telak atau luka fatal di matras pertarungan.
8) Chan Tzi Ching. Beliau merupakan pewaris utama Kungfu Cakar Elang dari aliran Keluarga Marga Lau. Beliau terkenal sebagai Petarung Kungfu yang tidak terkalahkan dan semua lawannya ditaklukan hanya dalam 3 jurus dan/atau dengan Pukulan 3 Inchi. Pada masa tersebut, hanya Huo Yan Jia sendiri yang mampu mengimbangi ilmu Kungfu Chan Tzi Ching. Tertarik dengan kemampuan bertempur yang luar biasa, Huo Yan Jia mengundang Chan Tzi Ching untuk turut mengajar di Chin Woo, Shang Hai pada tahun 1910. Setelah kematian Huo Yan Jia akibat terkena racun arsenik dari agen rahasia Jepang, Chan Tzi Ching meneruskan perjuangan Huo Yan Jia dan banyak bertarung dengan sejumlah praktisi bela diri Jepang dan Barat namun tidak ada satupun yang dapat mengalahkan Beliau hingga akhir hayatnya.
9) Fan Xu Dong. Beliau mempunyai postur tubuh yang tinggi dan besar namun mempunyai kemampuan ilmu meringankan tubuh yang luar biasa pada zamannya. Beliau merupakan salah satu ahli totok Kungfu Belalang Sembah (Praying Mants) dan Golok Besar (Guan Dao). Fan Xu Dong terkenal sebagai Petarung Kungfu Patriot yang turut serta dalam pemberontakan Boxer karena tidak tahan dengan perilaku negara-negara Barat dan Jepang yang pada saat itu mencelakakan rakyat dan ingin menjajah Tiongkok menjelang akhir Dinasti Qing. Terdapat sejumlah pertarungan terkenal antara Fan Xu Dong dengan sejumlah petarung yang mewakili 8 negara, yakni pertarungan pertama adalah pada saat Beliau menjawab tantangan jagoan Samurai Jepang dalam pertarungan hidup mati secara terbuka di Shandong. Fan Xu Dong membabat tubuh sang Samurai menjadi 2 bagian dalam hitungan detik pada saat itu dengan menggunakan senjata Guan Dao. Pertarungan kedua terjadi pada tahun 1875, Fan Xu Dong mewakili Perguruan Kungfu Yantai untuk menjawab tantangan dari Juara Nasional Gulat Rusia. Pertarungan kembali dimenangkan oleh Fan Xu Dong secara telak. Setelah kemenangan tersebut, Fan Xu Dong banyak bertarung dengan petarung2 Rusia namun tidak ada satupun yang dapat mengalahkannya hingga Beliau pulang ke Tiongkok kembali.
10) Keluarga Chen Tai Chi : Chen Fa Ke. Chen Fa Ke adalah salah 1 (satu) generasi penerus ke-17 Tai Chi aliran marga Chen yang sangat terkenal pada masa hidupnya karena tidak ada satupun lawan yang dapat mengalahkannya dan Beliau mengalahkan seluruh lawan2nya tanpa mencederai mereka sedikitpun. Beliau sendiri merupakan anak dari Chen Chang Xing, salah satu Tai Chi Master aliran Chen yang terkenal. Pertarungan Beliau yang paling terkenal adalah pertarungan bebas atau "Leitai" selama 17 hari di Beijing. Selama 17 hari tersebut, Chen Fa Ke mengalahkan seluruh lawan-lawannya hanya dengan ilmu Tai Chi aliran Chen. Banyak Ahli Bela Diri baik aliran keras maupun lembut serta berbagai aliran Bela Diri lain yang mengakui bahwa Chen Fa Ke adalah Pesilat Tak Terkalahkan pada zamannya. Chen Fa Ke dijuluki "Taiji Yi Ren" (The Best Tai Chi Master) dan "Quan Shen" (Martial Saint) oleh para praktisi bela diri dunia. Tai Chi aliran Marga Chen berpusat di Desa Chen (Chen Jiagao) dan hampir seluruh penduduk desa tersebut adalah praktisi Tai Chi. Berdasarkan catatan sejarah, Tai Chi aliran Chen ini diperkenalkan pertama kali oleh Chen Wan Ting, pensiunan Jenderal Dinasti Ming.
11) Keluarga Yang, Yang Lu Chan (Yang Fu Kui). Beliau adalah Pendiri Tai Chi aliran marga Yang. Pada masa hidupnya, Beliau juga terkenal sebagai Pendekar dengan julukan "Yang Wu Di = Yang Tak Terkalahkan". Keturunan Beliau dan penerusnya yang sangat terkenal antara lain : Yang Chien Hou, Yang Shao Hao, Yang Cheng Fu, Yang Ban Hou & Chen Man Ching. Ilmu Tai Chi Yang Lu Chan sendiri terkenal dengan sejumlah julukan, yakni Mien Quan (Cotton Fist)dan Hua Quan (Neutralising Fist).
12) Kuo Yun Shen (Guo Yun Shen/Yu Sheng). Beliau terkenal sebagai Pendekar kosen baik dari ilmu silat maupun Nei Kung yang sangat tinggi. Beliau adalah ahli Kungfu Hsing - I (Xing Yi). Kuo Yun Shen dijuluki "Ban Bu Peng Kuo" karena terkenal dengan penguasaan ilmu Peng Quan ("Crushing Fist") yang sempurna, salah satu ilmu dari 5 Elemen Hsing I). Konon Ilmu Tapak Kapasnya mampu merontokkan tubuh lawan cukup hanya dengan menyentuhnya. Kuo Yun Shen pernah menepuk 10 batubata dengan lembut dan semuanya hancur terburai. Beliau sendiri adalah murid terbaik dari Master Li Luoneng dan tidak pernah terkalahkan oleh siapapun pada zamannya. Hanya satu orang yang dapat mengimbangi Master Kuo Yun Shen, yakni Tung Hai Chuan dalam pertarungan sengit selama 3 hari 3 malam yang berakhir seri dan akhirnya mereka menjadi sahabat baik yang saling bertukar ilmu Kungfu.
13) Sun Lutang (Sun Fu Quan). Beliau adalah Pencipta Tai Chi aliran Sun dan terkenal sebagai Ahli Hsing I dan Bagua. Beliau merupakan murid dari berbagai Ahli Kungfu seperti Bhiksu Wu, Kuo Yun Shen, Li Kui Yuan, Cheng Ting Hua (Ahli Baguazhang), Hao Wei Chen (Ahli Wu Yu Xiang Tai Chi) dan lain-lain. Julukan Beliau adalah : "Pendekar Kepala Harimau" dan "Lebih Pintar daripada Monyet Aktif".
14) Tung Hai Chuan (Dong Haichuan). Beliau adalah pencipta ilmu Baguazhang (Zhuan Zhang)dan terkenal tidak terkalahkan pada zamannya. Salah satu pertarungan terkenalnya adalah pertarungan 3 hari 3 malam dengan Master Kuo Yun Shen yang berakhir seri. Selain ahli Baguazhang, Beliau juga ahli dalam ilmu Bafanshan, Hongquan, Xingmengquan, Jinggangquan, Erlangquan dan Lohanquan. Tung Hai Chuan sendiri dikenal memiliki Ilmu Khusus lainnya yang dinamakan "Langkah Awan/Awan Bearak" sejenis Ilmu Meringankan Tubuh yang luar biasa yang dapat dimainkan bersamaan dengan ilmu Baguazhang.
15) Yip Man (Ip Man, Foshan, Namhoi 1898-1972). Beliau merupakan salah satu ahli Kungfu Wing Chun ternama dan terkenal sebagai Pesilat yang tak terkalahkan namun sangat "low profile". Beliau merupakan murid langsung dari Chan Wah Sun, Ng Chung Sok & Leung Bik (anak dari Leung Jan). Selama di Foshan, Tiongkok, Beliau mempunyai beberapa murid yang terkenal antara lain : Lok Yiu, Chow Kwong Yue,Kwok Fu, Lun Kai,Chan Chi Sun dan Lui Ying. Pada saat di Hongkong, sejumlah murid Beliau yang terkenal adalah Leung Sheung, Lok Yiu, Chu Song Tin, Wong Shun Leung, Lo Man Kam dan Li Siau Lung/Li Jun Fan (Bruce Lee).
Yip Man merupakan anak dari sebuah keluarga pedagang yang kaya dan sangat dermawan. Asal muasal ketertarikan Yip Man belajar Kungfu dikarenakan Keluarga Yip Man mengijinkan seorang Master Kungfu yang telah berumur yakni Master Chan Wah Shun untuk melestarikan Kungfu dengan cara mengajar sekelompok murid di lingkungan kuil keluarga. Master Chan memiliki reputasi sebagai Ahli Kungfu yang baik hati karena sering membela kepentingan rakyat kecil yang tertindas oleh gerombolan perampok, penjahat atau pejabat yang semena-mena. Yip Man yang saat itu berumur 9 tahun sering mengamati latihan Master Chan dan murid-muridnya. Beliau sempat memohon agar diterima menjadi murid Master Chan, namun Master Chan yang pada saat itu berumur 60 tahun lebih sudah tidak ingin menerima murid lagi. Namun Yip Man muda adalah seorang yang sangat keras keinginan dan pantang menyerah, walaupun ditolak berkali-kali, Yip Man tetap pantang menyerah.
Untuk menguji keinginan dan kesungguhan Yip Man, Master Chan menyatakan akan menerimanya sebagai murid jika dia mampu membayar uang latihan sebesar tiga tael perak. Keesokan harinya, Yip Man justru datang dengan membawa seluruh tabungannya yang berjumlah 300 keping perak! Master Chan melihat bahwa Yip Man memiliki keinginan dan kesungguhan yang sangat kuat untuk belajar Kungfu Wing Chun. Setelah berdiskusi bersama dengan orang tuanya Yip Man, akhirnya Master Chan menerima Yip Man sebagai murid terakhirnya.
Yip Man belajar Kungfu Wing Chun dengan Master Chan selama empat tahun atau hingga Master Chan meninggal dunia. Untuk lebih memperdalam ilmu Kungfunya, Yip Man kemudian belajar selama 2.5 tahun dengan senior yang lain, yakni Ng Chun. Ketika Yip Man berumur 16 tahun, orangtuanya mengirimnya ke Hong Kong untuk bersekolah di St Stephen's College. Dengan cepat popularitas Yip Man berkembang pesat di St Setphen's College karena Beliau sering melayani dan memenangkan pertarungan terbuka baik dengan para seniornya ataupun praktisi aliran bela diri lain yang rata-rata berbasis Kungfu, Tinju dan Karate. Pada saat itu, Kungfu Wing Chun mulai populer sebagai aliran Kungfu baru yang handal diluar aliran-aliran yang telah ada.
Yip Man muda sangat menyukai pertarungan hingga pada suatu saat Beliau memperoleh informasi bahwa di pabrik sutera salah seorang temannya, terdapat seorang Ahli Kungfu yang luar biasa namun telah berumur 50 tahun. Ahli Kungfu tersebut tinggal di perahu nelayan yang bersandar dekat pelabuhan Hongkong. Yip Man kemudian menemui sang Master dan meminta petunjuk dari sang Ahli Kungfu. Namun sang Ahli Kungfu tersebut justru meminta Yip Man untuk mendemonstrasikan Kungfu Wing Chun-nya. Setelah melihat beberapa jurus Yip Man, sang Ahli Kungfu tersebut justru meledek bahwa ilmu Kungfu Wing Chin Yip Man sebenarnya masih jauh dibawah standar Ahli Kungfu Wing Chun! Merasa bahwa kemampuannya direndahkan, Yip Man menantang sang Ahli tersebut untuk bertarung. Dalam satu-dua gerakan, Yip Man justru terlempar ke perairan! Setelah berkali-kali mencoba menyerang dengan berbagai jurus rahasia yang dipelajarinya selama ini, akhirnya Yip Man menyadari bahwa Ahli Kungfu yang ditemuinya ini adalah Ahli Kungfu tingkat tinggi karena seluruh serangan Yip Man tidak dapat mengenai sasaran! Akhirnya Yip Man pun menyerah dan menyatakan keinginannya untuk belajar dari sang Ahli Kungfu tersebut. Tertarik dengan bakat dan kemampuan Yip Man, Ahli Kungfu tersebut menerima Yip Man sebagai muridnya. Belakangan Yip Man baru tahu bahwa Ahli Kungfu tersebut ternyata adalah Master Leung Bik yang masih satu "lineage/akar" dengan ilmu Kungfu Master Chan Wah Sun. Master Leung Bik sendiri merupakan Ahli Kungfu dari berbagai aliran namun lebih memfokuskan diri pada aliran Kungfu Wing Chun. Namun selama ini, tidak ada orang/ahli Kungfu lainnya yang tahu bahwa Master Leung Bik sebenarnya adalah Ahli Kungfu Wing Chun hingga kedatangan Yip Man!
Kungfu Wing Chun Master Leung Bik dan Master Chan Wah Sun sebenarnya berasal dari akar yang sama, yakni Shaolin Wing Chun Ng Mui namun Master Leung Bik melakukan sejumlah perubahan sesuai dengan pengalaman bertarungnya selama ini sehingga terdapat perbedaan pola dan jurus yang antara Kungfu Wing Chin Tradisional dengan Kungfu Wing Chun miliknya. Setelah belajar selama 2.5 tahum, Master Leung Bik telah mewarisi seluruh ilmunya kepada Yip Man dan meminta Yip Man untuk menyebarluaskan Kungfu Wing Chun kepada khalayak ramai. Seiring dengan selesainya masa studi Beliau, Yip Man kembali ke Foshan dan bercita-cita untuk melaksanakan mandat gurunya. Yip Man mengajarkan seluruh kemampuannya kepada rekan-rekan seperguruan namun keinginan tersebut sempat menemui ganjalan karena salah seorang seniornya tetap ingin mempertahankan tradisional Wing Chun sehingga sempat terjadi pertarungan antara Yip Man dengan seniornya. Namun pada akhirnya sang senior dapat menerima bahwa ilmu Kungfu yang baik adalah ilmu Kungfu yang dapat beradaptasi dan berubah sesuai dengan perkembangan yang ada. Selama di Foshan terjadi banyak peristiwa yang mengubah jalan hidup Master Yip Man, mulai dari masuknya penjajahan Jepang hingga sejumlah pertarungannya dengan ahli-ahli bela diri Jepang yang menindas rakyat kecil. Yip Man sering menjawab tantangan para ahli bela diri Jepang yang berupaya merontokkan mental rakyat Tionghoa dengan mengadakan sejumlah turnamen bela diri. Kemenangan demi kemenangan diraih dengan mudah dan cepat dalam setiap pertarungan hingga akhirnya Yip Man harus dilarikan dari Foshan ke Hongkong kembali karena menjadi target pembunuhan.
Pada awal mulanya di Hong Kong, Yip Man bekerja di restoran dan sehari-harinya mengajar Kungfu Wing Chun kepada Wong Sheung Leung, salah seorang praktisi Kungfu Pak Mei dan sekaligus murid pertama Yip Man. Kehidupan di Hongkong yang keras sering menyebabkan Yip Man menerima banyak tantangan baik dari aliran Kungfu maupun bela diri lainnya. Pada umumnya, Yip Man menolak secara halus tantangan tersebut namun pada akhirnya pertarungan tetap tak terhindarkan. Yip Man tidak pernah mengalami kekalahan sekalipun atau melukai lawan-lawannya dalam setiap pertarungan dan pada umumnya setelah pertarungan selesai, para lawan-lawannya justru sangat segan terhadap Yip Man karena sikap Yip Man yang rendah hati dan ksatria. Setelah mengajar ilmu Kungfu Wing Chun selama 20 tahun di Hongkong, Master Yip Man meninggal dunia.
16) Bruce Lee (Lee Jun Fan/Lee Siau Lung). Beliau adalah praktisi Kungfu Wing Chun dan sekaligus pendiri aliran bela diri baru: Jeet Kune Do (Intercepting Fist). Beliau adalah aktor sekaligus seniman bela diri yang memulai perjalanan di bidang bela dirinya dari hobi berkelahi di jalanan, termasuk dengan anggota-anggota geng mafia. Pada masa hidupnya, beliau terkenal dengan sejumlah pertarungan nyata dengan berbagai praktisi bela diri baik pada waktu shooting;; film maupun pada hari-hari yang telah ditentukan. Berikut adalah daftar pertarungan Bruce Lee yang tercatat:
a) Pada tahun 1958, Bruce Lee mengalahkan Juara Tinju Boxer Inggris tiga kali, Gary Elms, di ronde ketiga dengan KO dalam kejuaran Hongkong Inter School Amateur Boxing Championship.
b) Sebelum berhadapan dengan Gary Elms, Bruce Lee mengalahkan Shen Yuen, Lieh Lo, dan Yang Huang; semuanya di ronde pertama dengan KO.
c) Bruce Lee mengalahkan Pu Chung, Ahli Kungfu Choy Li Fut dengan KO di ronde pertama dalam pertarungan Full Body Contact. Sponsor pertarungan tersebut adalah Wong Sheung Leung.
d) Dari tahun 1959 hingga 1960, Bruce Lee terlibat banyak pertarungan di jalan dan rata-rata korbannya KO atau cacat, sehingga pihak kepolisian menjadi sibuk akibat kesukaannya tersebut.
e) Pada tahun 1962, Bruce Lee mengalahkan Uechi, juara Karate Sabuk Hitam, dengan KO dalam waktu 11 detik, di Seattle. Taki Kimura, salah seorang murid sekaligus sahabat Bruce Lee, justru menghitung KO tersebut dalam waktu 10 detik.
f) Pada saat shooting film The Big Boss di Thailand, Bruce Lee menjawab tantangan para Muai Thay dengan meng-KO wakil mereka hanya dalam hitungan detik.
g) Pada saat shooting film Enter the Dragon, Bruce juga menjawab tantangan seorang karateka Sabuk Hitam dengan meng-KOnya dalam hitungan detik.
h) Dalam beberapa kesempatan, Bruce menjawab tantangan dari berbagai ahli bela diri baik dengan menggunakan tangan kosong maupun senjata, namun semua lawannya rata-rata mengalami nasib KO atau tidak dapat melanjutkan pertarungan. Pada umumnya pertarungan tersebut disaksikan banyak orang atau ahli-ahli bela diri lainnya.
i) Pertarungan yang terlama dan cukup menguras energi Bruce Lee adalah pada saat beliau berhadapan dengan Wong Jack Man, ahli Xing Yi, Kungfu Shaolin Selatan dan Tai Chi. Konon Wong Jack Man adalah petarung Kungfu dari Chin Woo School. Pertarungan selesai dalam waktu 20-25 menit dengan kemenangan Bruce Lee. Pada kesempatan lain, Wong Jack Man mengajukan tantangan kembali namun Bruce Lee tidak pernah menanggapinya. Belajar dari pertarungan-pertarungan tersebut, Bruce mengintegrasikan seluruh kemampuan dan ilmu bela dirinya dan akhirnya menciptakan aliran bela diri baru, yakni Jeet Kune Do.
Akhirnya seiring dengan semakin pesatnya kemajuan dan keterbukaan negara Tiongkok, berbagai jenis dan aliran ilmu bela diri Kung fu berangsur-angsur digabung dan distandarisasi menjadi suatu bentuk olahraga yang dapat dipertandingkan secara internasional, yang saat ini dikenal sebagai Wushu atau "Seni Tempur".

Sanda/Sanshou

Sanda atau Sanshou (Mandarin: 散手; pinyin: sǎnshǒu; "tangan bebas") adalah seni beladiri yang berakar dari Kungfu. Sanshou dikembangkan oleh angkatan bersenjata China sebagai standard kurikulum beladiri di akademi militer. Sanshou menggabungkan teknik-teknik kungfu, gulat, dan tinju dalam penggunaannya.
komentar | | Read More...

Seni Bela Diri - Kendo

Kendo
(剣道 kendō)
Kendo.JPG
Fokus senjata
Tingkat kekerasan semi-kontak
Negara asal Bendera JepangJepang
Pencipta Naganuma Sirōzaemon Kunisato (長沼 四郎左衛門 国郷), attributed
Seni pendahulu kenjutsu
Olahraga Olimpiade tidak
Kendo (剣道 kendō?) adalah seni bela diri modern dari Jepang yang menggunakan pedang. Kendo berasal dari kata "ken (剣)" yang artinya "pedang", dan "dō (道)" yang artinya "jalan". Jadi arti kendo secara keseluruhan adalah suatu jalan/ proses disiplin diri yang membentuk suatu pribadi samurai yang pemberani dan loyal. Kendo menggabungkan unsur-unsur bela diri, seni dan olahraga. Dalam latihan, Kendo menggunakan peralatan seperti:
Shinai
Kendogi
Bogu
  • Seragam: Kendo gi dan hakama
  • Pedang dari bambu (shinai)
  • Bogu, yang terdiri dari:
    • Men (pelindung kepala)
    • Do (pelindung badan)
    • Kote (pelindung tangan)
    • Tare (pelindung paha dan kemaluan)
Latihan kendo (keiko) terdiri dari berbagai macam tujuan untuk mengembangkan diri. Seperti halnya bela diri lain, kendo memerlukan disiplin tinggi dan dedikasi penuh untuk latihan, seperti etika (religi), postur tubuh dan teknik melangkah, dan cara mengayun pedang yang benar.

Teknik kendo

Sasaran
Ada 4 jenis serangan dalam kendo, yaitu:
  • 1. Men
    • Tebasan kepala. Sasaran tebasannya adalah dari ujung dahi sampai dagu.
  • 2. Kote
    • Tebasan tangan. Jika lawan menggunakan chudan-no-kamae, maka sasaran adalah tangan kanan, tetapi jika lawan menggunakan jodan-no-kamae, sasarannya adalah tangan kiri. Jika lawan menggunakan dua pedang (nito-ryu), maka kedua lengan dapat dijadikan sasaran.
  • 3. Do
    • Tebasan badan. Sasarannya adalah sisi kiri atau kanan perut.
  • 4. Tsuki
    • Tusukan. Sasarannya hanyalah leher.
      • Untuk teknik tsuki, sangat diperlukan keahlian tinggi dan pengaturan sasaran tusukan yang tepat, oleh karena itu jurus ini hanya boleh digunakan oleh anggota senior, dan tidak disarankan untuk digunakan pada saat pertandingan, kecuali telah disetujui oleh pelatih (sensei).
Berikut ini adalah beberapa teknik latihan kendo:
  • Ashi-sabaki (teknik melangkah)
    • Ayumi-ashi (melangkah ke depan dengan menyeretkan kaki secara bergantian)
    • Haraki-ashi (melangkah ke kiri atau ke kanan dengan menyeretkan kaki sebesar 45 derajat)
    • Okuri-ashi (melangkah ke depan dengan menyeretkan kaki; kaki kanan selalu berada di depan kaki kiri. Langkah ini adalah langkah yang paling banyak digunakan dalam latihan kendo)
  • Kihon (teknik dasar)
    • Seme (bergerak maju mendekati lawan, mengambil posisi untuk melakukan tebasan kecil)
    • Suburi (latihan tebasan berulang-ulang, seperti joge buri, sho-men, kote, dan do)
    • Joge buri (tebasan besar, dimulai dari punggung sampai ke arah lantai)
    • Sa-yu men (pukulan men yang diarahkan ke kanan dan ke kiri, sasarannya adalah pelipis kepala)
    • Shomen (tebasan kepala)
    • Nikkado men (tebasan kepala dua kali berturut-turut)
    • Haya suburi (tebasan cepat yang dilakukan sambil melompat)
    • Kiri kaeshi (tebasan kepala berulang-ulang ke kanan dan kiri ke arah pelipis lawan, yang dimulai dari gerakan men biasa satu kali, kemudian sa-yu-men ke depan sebanyak empat kali, dilanjutkan sa-yu-men ke belakang sebanyak lima kali, diakhiri dengan men biasa satu kali)
  • Waza (teknik lanjutan)
    • Taiatari (teknik mendekati dan mendorong tubuh lawan)
    • Tsuba zeriai (teknik menghambat gerakan shinai lawan dengan menggunakan tsuba pada shinai)
    • De-bana (teknik menyerang pada saat lawan hendak memulai serangan)
    • Harai (teknik menggeser shinai lawan ke kiri atau ke kanan untuk membuka pertahanan lawan, kemudian dilanjutkan dengan tebasan)
    • Hiki (teknik melangkah ke belakang (setelah berbenturan badan atau taiatari)
    • Kaeshi (menangkis kemudian membalikkan serangan)
    • Nuki (teknik menghindari serangan dengan melangkah ke belakang atau ke sisi lawan, kemudian melakukan serangan balik ke lawan)
    • Suriage (teknik menangkis serangan dengan gerakan seperti membentuk huruf "J", kemudian dilanjutkan dengan serangan balik ke lawan)
  • Keiko (latihan)
    • Uchikomi-geiko (latihan serangan kombinasi, dimulai dengan men, dilanjutkan dengan men, taiatari-hiki-men, taiatari-hiki-do, kemudian men)
    • Kakari-geiko (latihan serangan bebas, dilakukan oleh shidachi, motodachi hanya mengangkis atau menghindari serangan saja)
    • Jigeiko (latihan tanding secara bebas)
    • Shiai-geiko (latihan kompetisi/pertandingan)

Kejuaraan kendo

Seperti halnya bela diri lainnya, kendo juga dipertandingkan baik secara nasional maupun internasional. Pertandingan kendo (shiai) merupakan pertandingan satu lawan satu, baik pertandingan antar laki-laki atau perempuan.
Poin pertandingan adalah jika serangan mengenai target sasaran (men/kote/do/tsuki) yang dilakukan dengan kesatuan antara semangat, pedang, dan tubuh (ki-ken-tai-ichi). Ini berarti agar suatu serangan bisa mendapatkan nilai, maka serangan tersebut harus mengenai sasaran yang tepat, disertai dengan langkah maju setelah serangan dilakukan (zanshin) dan teriakan sebagai bentuk ekspresi dari (kiai).
komentar | | Read More...

Pengikut

 
Design Template by panjz-online | Support by creating website | Powered by Blogger